Manfaat dan Khasiat Belut

Belut merupakan binatang yang memiliki bentuk tubuh memanjang dan memiliki kulit yang licin. Belut biasanya tumbuh di air tawar, banyak ditemukan di sawah maupun di pinggir sungai dan juga kolam ikan. Saat ini sudah banyak yang membudidayakan belut sebagai komoditas ekspor. Belut banyak diminati oleh banyak orang karena memiliki banyak manfaat, diantaranya: 

1. Sumber energi dan protein. 

2. Protein belut kaya akan beberapa asam amino, yaitu leusin, lisin, asam aspartat dan glutamate yang diperlukan untuk pertumbuhan anak 

3. Kaya akan mineral dan vitamin yang diperlukan tubuh untuk mencegh anemia gizi 

4. Zat besi yang berguna sebagai pembentuk hemoglobin darah yang berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh 

5. Mengandung vitamin A yang diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, penglihatan dan proses reproduksi 

6. Mengandung vitamin B yang diperlukan bagi otak agar bergfungsi normal membentuk protein, hormon, dan sel darah merah 

7. Belut memiliki kadar asam glutamat yang tinggi, sehingga ketika memasaknya tidak diperlukan lagi MSG karena rasa dari belut itu sendiri sudah tinggi.

Cara Menanam Lengkeng Menggunakan Pot

Tadi waktu jalan sama keluarga ke toko buku saya mendapatkan buku yang memberikan informasi yang cukup lengkap ketika kita mau menanam tanaman buah didalam pot.  Saat ini menanam tumbuhan buah dengan menggunakan media pot cukup populer.  mungkin salah satu alasannya adalah kepemilikan lahan yang terbatas alias sempit, sehingga menanam buah menggunakan pot menjadi alternatif karena tidak memerlukan lahan yang terlalu luas.

  Salah satu isi buku tersebut membahas tentang tata cara menanam pohon lengkeng di dalam pot atau tabulampot.  Buah lengkeng sangat digemari oleh banyak orang karena rasanya yang manis dan juga memiliki aroma tertentu yang membuat semakin nikmat rasanya.  Daging buah lengkeng ada yang tebal ada juga yang tipis alias lebih besar biji.  Pohon lengkeng tergolong tidak terlalu tinggi namun memiliki daun yang lebat.  Buah dari tanaman ini biasanya berada diujung ranting.  (alhamdulillah hujan turun disela-sela saya menulis blog ini, kebetulan tadi pagi habis memangkas daun dan batang pohon stroberi yang kurang bagus dan terlihat kering, selain itu daun pohon jambu bol jamaica yang terserang hama juga saya pangkas, semoga dengan turunnya hujan ini menjadikan kedua pohon tersebut segar kembali, aamiin).

Tanaman lengkeng yang cocok untuk tabulampot, menurut buku ini adalah jenis pohon lengkeng dataran rendah.  Jenis lengkeng dataran rendah adalah diamond river, pingpong, kristal, itoh, aroma duren, dan puang rai.  pemilihan bibit untuk tabulampot sebaiknya dipilih yang dikembang biakkan secara vegetatif seperti cangkok, okulasi dan sambung, dengan tujuan agar tanaman lebih cepat berbuah.

Langkah-langkah menanam lengkeng didalam pot adalah:
1. siapkan pot plastik berdiameter 45-50 cm.  pastikan ada beberapa lubang dibagian bawahnya
2. Letakkan pecahan genting atau bata merah setebal 5 cm di dasar pot.  tujuannya agar dapat mengalirkan air siraman
3. masukkan campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir atau sekam mentah dengan perbandingan 1 : 2 : 1 hingga ketinggian setengah pot.  (maksudnya jika tanahnya 1 sekop, maka pupuk kandangnya 2 sekop dan pasir atau sekam mentahnya 1 sekop)
4. Masukkan bibit pohon lengkeng tepat ditengah pot, lalu tambahkan kembali media tanam hingga mendekati bibir pot.
5. Siram dengan air hingga air keluar dari dasar pot.  selanjutnya, letakkan tanaman lengkeng di tempat yang ternaungi atau teduh selama beberapa waktu.

Setelah tanaman lengkeng dipindahkan dalam pot, langkah selanjutnya adalah perawatan harian yang meliputi penyiraman, pemupukkan, pencahayaan, atau pemangkasan apabila jika pohon sudah mulai besar dan siap berbuah.  Selain itu penggantian media tanam juga perlu dilakukan setiap setahun satu kali, hal ini bertujuan agar tanaman lengkeng tetap produkif karena mendapatkan nutrisi dari media tanam yang baru.  Penggantian media tanam tidak seluruhnya, akan tetapi disisakan media tanam yang sebelumnya untuk ditambah dengan media tanam yang baru.

Sepertinya saya perlu menambah koleksi tabulampot yang ada dengan pohon lengkeng.  lumayankan selain mendapatkan buah yang lezat, halaman rumah kita juga menjadi lebih asri dan lebih hijau.

ANEKA MACAM BIBIT LENGKENG

Cara Menghitung BPHTB di Kabupaten Bogor

Tarif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang berlaku di wilayah kabupaten bogor adalah sebesar 5 %

Cara penghitungannya adalah:

(NJOP - NPOPTKP) x Tarif Pajak

NJOP = Nilai Jual Objek Pajak

NPOPTKP = Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak

Besaran NPOPTKP adalah Rp. 60.000.000, kecuali untuk warisan dan hibah wasiat yang diterima orang pribadi dalam hubungan sedarah dalam garis keturunan atau sederajat ke atas atau ke bawah dengan pemberi hibah (termasuk suami/istri), NPOPTKPnya Rp. 300.000.000.


Ngidam Mitos atau Fakta ?


Ngidam adalah perilaku yang khas dari seorang perempuan yang sedang hamil. Yang mereka inginkan biasanya berupa makanan yang tiba-tiba terlintas dalam benak pikirannya atau mungkin makanan yang dulu tidak suka menjadi sesuatu yang diinginkan. Keinginan terhadap makanan tersebut menjadi sesuatu keinginan yang kuat dan hampir tidak bisa terbendung, sehingga meskipun terkadang sulit dan aneh, sebagai bukti sayang biasanya suami akan berusaha untuk dapat memenuhinya.

Seperti halnya dengan perilaku wanita hamil yang lainnya, istri saya pun mengalami hal yang sama ketika mengandung anak kami yang pertama. Perilaku ngidam istri saya dimulai ketika usia kandungan masih muda sampai dengan usia kandungan sudah masuk bulan kedelapan. Berbagai macam jenis makanan yang Ia inginkan, seperti keripik singkong balado yang ada di tukang sate padang, batagor, Mc Flurry, kentang goreng, buah-buahan, rujak dan pernah ingin beli siomay keliling tapi yang dipikul. Lalu apakah saya keberatan ketika diminta mencari dan membelikannya ? alhamdulillah selama itu masuk akal dan makanan yang diinginkan pun tidak aneh-aneh banget saya selalu berusaha memenuhinya walaupun bisanya saya agak sedikit menunda-nunda atau memberikan opsi lain ketika yang diminta lumayan sulit dapatnya. hehe..

Menurut buku yang pernah saya baca, banyak kalangan medis, ahli gizi dan literatur yang tidak membenarkan secara ilmiah adanya ngidam sebagai peristiwa medis-biologis. Namun demikian ada juga yang memperkirakan bahwa ngidam sebagai peristiwa kekurangan akan unsur tertentu dalam tubuh, sehingga sang ibu akan selalu ingin memakan makanan yang mengandung unsur yang dibutuhkan tersebut.  Misalnya tubuh si ibu sedang kekurangan vitamin C, maka dia ingin sekali makan buah jeruk atau ketika kekurangan vitamin A, si ibu ingin sekali mengkonsumsi wortel. Namun pendapat ini pun banyak juga yang membantahnya.  Yang jelas ketika hamil ibu sangat membutuhkan zat besi (fe) dan folat, sehingga ketika ibu ngidam seharusnya yang dia sangat ingin sekali makan adalah sayur-sayuran hijau. Tapi ko biasanya ngidamnya malah bakso, rujak atau batagor ya? hehe..

Terlepas ngidam itu adalah mitos atau fakta, kita sebagai seorang suami sebaiknya menyikapi hal tersebut dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Tidak usah menjadikannya sebuah beban atau bahkan sampai marah-marah karena istri minta dibelikan sesuatu yang aneh. Ingatlah bahwa sang istri sedang mengandung buah hati anda, jaga perasaan dan kondisinya agar ia tidak merasa stress sendiri, karena jika dia stress dan merasa tertekan dikhawatirkan dapat mengganggu terhadap pertumbuhan janin yang sedang dikandungnya, yang tentu saja dapat merugikan semua.

Yang terakhir mungkin saja dia ngidam seperti itu hanya karena merasa mual, sehingga membutuhkan makanan yang diyakininya dapat menghilangkan rasa mual tersebut. 

Angka Kematian Bayi (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR)

Angka kematian bayi (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR) adalah jumlah kematian bayi dibawah usia satu tahun pada tiap 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.

Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi sebelum berusia tepat satu tahun. Banyak faktor yang dikaitkan dengan kematian bayi.  Secara garis besar, dari sisi penyebabnya, kematian bayi ada 2 macam yaitu endogen dan eksogen.  Kematian bayi endogen atau yang umum disebut kematian neonatal; adalah kematian bayi yang terjadi pada bulan pertama setelah dilahirkan, dan umumnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa anak sejak lahir, yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat selama kehamilan.  Kematian bayi eksogen atau kematian post neonatal, adalah kematian bayi yang terjadi setelah usia satu bulan sampai menjelang usia satu tahun yang disebabkan oleh faktor-faktor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar.

Kegunaan Angka Kematian Bayi untuk pengembangan perencanaan berbeda antara kematian neonatal dan kematian bayi post-neonatal.  Karena kematian neonatal disebabkan oleh faktor endogen yang berhubungan dengan kehamilan, maka program yang dapat dilakukan adalah berkaitan dengan program pelayanan kesehatan ibu hamil.  sedangkan untuk kematian pos-neonatal program yang dapat dilakukan adalah berkaitan dengan pencegahan penyakit menular terutama pada anak-anak.

Angka Kematian Ibu (AKI) atau Maternal Mortality Rate (MMR)

Angka Kematian Ibu (AKI atau Maternal Mortality Rate (MMR) menunjukkan jumlah kemtian ibu karena kehamilan, persalinan dan masa nifas pada setiap 100.000 kelahiran hidup dalam suatu wilayah dan dalam waktu tertentu.

Angka Kematian Ibu (AKI) atau Maternal Mortality Rate (MMR) berguna untuk menggambarkan tingkat kesadaran perilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu, kondisi lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, pelayanan kesehatan waktu melahirkan dan masa nifas.

Beberapa determinan penting yang mempengaruhi AKI secara langsung antara lain status gizi, anemia pada kehamilan.  Faktor mendasar penyebab kematian ibu maternal adalah tingkat pendidikan ibu, kesehatan lingkungan fisik maupun budaya, ekonomi keluarga, pola kerja rumah tangga.

Apakah Pneumonia itu ?

Pneumonia adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang menyerang jaringan paru-paru, yang ditandai dengan batuk disertai napas cepat dan atau napas sesak. Klasifikasi pada balita didasarkan pada adanya batuk disertai peningkatan frekuensi napas (napas cepat dan atau kesukaran bernapas) sesuai umur.

Kriteria napas cepat pada balita
Kurang dari 2 bulan = 60 x / menit atau lebih
2 bulan < 1 tahun = 50 x / menit atau lebih
1 tahun < 5 tahun = 40 x / menit atau lebih

Tanda adanya napas sesak pada balita ditandai dengan adanya tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam pada saat anak menarik napas.

Tindakan untuk para ibu
Pemberian makanan:
- berilah makanan secukupnya selama sakit
- tambahlah jumlahnya setelah sembuh
- bersihkan hidung agar tidak mengganggu pemberian makanan

Pemberian cairan:
- Berilah minum lebih banyak dan tingkatkan pemberian ASI

Pemberian obat pereda batuk:
- berikan ramuan yang aman dan sederhana

Segera hubungi petugas kesehatan apabila:
- napas menjadi sesak
- anak tidak mampu minum
- napas menjadi cepat
- sakit anak lebih parah